Tampilkan postingan dengan label IPTV dan Streaming. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPTV dan Streaming. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2015

IPTV Set Top Box

Yang dimaksud dengan IPTV dalam artikel ini adalah IPTV yang ditampilkan dalam layar televisi. Sebuah perangkat disisi pelanggan yang diperlukan sebagai interface ke televisi adalah Set Top Box (STB).
STB yang yang dimaksud adalah IPTV STB. STB bertanggungjawab untuk menerima paket IP yang berisi video, audio dan content yang lain. Kemudian memproduksi signal yang dapat ditampilkan pada TV.
STB dilengkapi dengan remote control.



Basic Function

Tugas utama STB adalah menerima signal IPTV dan mengkonversinya ke signal video yang dapat ditampilkan untuk pemirsa televisi.
Sebagai tambahan : STB menyediakan user interface yang memungkinkan pemirsa untuk memilih program video yang akan dilihat.
Untuk melakukan tugas tersebut, STB harus berisi elemen fungsi sebagai berikut :
  • Interface network, untuk menerima signal televisi dan mentransmisikan ke user.
  • Output video dan audio, yang dikoneksikan ke display video dan sistem speaker di sisi user.
  • User Interface, pada panel depan STB sebagai interface ke screen display dan remote control.

Fitur berikut juga disediakan oleh STB
  • Conditional access hardware/software, yang mendukung security untuk konten
  • Hard disk drive, untuk recording video programs

Interface STB


STB mempunyai interface ke arah network, output audio video ( interface ke sisi televisi ), dan interface dengan user.


Network Interface
STB umumnya mempunyai Network interface ethernet bidirectional yang memungkinkan traffic IP mengalir menuju STB. Aliran paket IP berisi tentang informasi video yang di-encode, user command, informasi status device dan informasi lain yang digunakan. Aliran ini biasanya bersifat asymetric, lebih banyak data yang datang menuju STB daripada data yang menuju network.
Seringkali, interface STB tidak dikoneksikan secara langsung ke line circuit. Pada jaringan tembaga berbasis ADSL, STB dikoneksikan melalui Home Gateway (yang mempunyai fungsi mengkonversikan data DSL ke Ethernet). Sedangkan pada jaringan dengan media fiber optik yang berbasis teknologi GPON, STB dikoneksikan melalui ONT /ONU.

Video and Audio Outputs
Ada beberapa jenis video dan audio output pada Set Top Box, diantaranya adalah :
  • Analog RCA Jacks
    • Sebuah ‘ composite signal video ’ berisi full image color pada layar SD Televisi. Sebuah composite video signal berisisi semua informasi yang dibutuhkan untuk bentuk full motion.
    • Standard RCA (Radio Corporation of America) yang menggunakan coaxial terdiri dari connector warna kuning untuk video, warna merah untuk righr-audio dan warna putih untuk left-audio

  • S-Video

  • Signal S-video mirip dengan signal video composite, dengan satu perbedaan. Pada S-video, gambar luminance dan informasi warna dibawa melalui kabel yang berbeda. Ini sebabnya kabel S-video mempunyai empat pin : satu pair untuk signal chroma dan pair yang lain untuk luma

  • Componen Video
    • Componen video analog memberikan kelebihan diatas composite dan S-video. Karena signal warna yang berbeda dibawa melalui sekumpulan konduktor yang berbeda
    • YUV atau YPbPr (juga dikatakan Y R-YB-Y) menggunakan tiga jalur : satu untuk signal luminance (Y) dan satu untuk masing-masing , dari dua sinyal perbedaan warna (U dan V atau Pb dan Pr).
    • Komponen video dapat digunakan untuk aplikasi HD atau SD.

  • High-Definition Multimedia Interface
  • Konektor High-Definition Multimedia Interface (HDMI) dapat membawa signal video digital and audio .

User Interface
Secara fisik, user interface STB mempunyai tiga elemen:
  • Bagian depan : STB mempunyai display / lampu yang memberi informasi dasar ke user, seperti power on/off, pemilihan channel.
  • Remote dengan infrared.
  • Software yang ada pada STB

Sebagai user interface, STB menyediakan beberapa fungsi dasar sebagai berikut :
  • Device control, seperti power, sound volume, dan pemilihan input
  • Memilih dan mengubah Channel
  • Electronic Program Guide : display dan navigasi
  • Access control, yang meliputi parental control dan PIN rahasia yang digunakan untuk keamanan pembayaran pada beberapa tipe program.
  • Basic interactivity, seperti pause, rewind, dan fast-forward, untuk on-demand content
  • Advanced interactivity, seperti on-screen shopping atau audience participation
  • Dalam beberapa hal, user dapat memprogram remote untuk perangkat yang lain.

Referensi

  • Wes Simpson and Howard Greenfield, IPTV and Internet Video : Expanding the Reach of Television Broadcasting, 2nd edition, Focal Press, Oxford, UK, 2009.
  • Gambar : Perangkat dan Layanan IPTV PT Telkom




Selasa, 30 Desember 2014

Faktor yang mempengaruhi kualitas Video (bagian 2)

Faktor yang mempengaruhi kualitas Video (bagian 2)




Internet Protocol Artifacts


Artifact adalah gangguan gambar atau suara yang terdeteksi ke penonton. Artifact dapat disebabkan oleh kebisingan, kesalahan encoding, kesalahan transmisi, kesalahan decoding, kabel yang buruk, kesalahan display, dan sumber-sumber lain. Disini, kita bahas tiga penyebab artifact didalam sistem delivery IP video, yaitu bit error, packet loss dan packet jitter serta bagaimana faktor ini dapat diabaikan.


Bit Errors


Bit error terjadi ketika informasi digital dikirim dari perangkat asal ke perangkat user. Bir error disebabkan oleh panjangnya jangkauan physical pada network, termasuk over-the-air broadcast, fiber optic dan sistem satelit. Ketika terjadi kesalahan, bit error akan mempengaruhi data yang digunakan untuk gambar.

Beberapa kesalahan tidak mengganggu jika hanya mempengaruhi satu piksel, sedangkan kesalahan yang lain bisa sangat serius dan mempengaruhi beberapa frame video. Sayangnya, karena kesalahan sedikit cenderung terdistribusi secara acak, tidak ada cara yang baik untuk memprediksi apakah kesalahan bit yang diberikan akan menjadi berbahaya atau tidak.

Terdapat beberapa skema untuk mengoreksi kesalahan bit. Salah satu metode adalah : re-transmisi paket error; yaitu metode yang digunakan oleh protokol TCP tetapi metode ini bukan solusi terbaik untuk streaming video karena pengiriman ulang akan menambah delay.

Cara lain untuk menangani bit error adalah forward error correction (FEC). Dengan FEC, data tambahan ditambahkan ke setiap paket data yang memungkinkan penerima untuk memperbaiki sejumlah kesalahan bit dalam setiap paket. Metode popular untuk menghitung data FEC yang merupakan bagian dari standard MPEG adalah Reed-Solomoon, berdasarkan paper I.S.Reed dan G.Solomon.


Packet Loss


Salah satu error yang biasa terjadi pada sistem pengiriman video disebabkan oleh packet loss. Packet Loss terjadi dari beberapa sumber, seperti bit error yang dapat membuat paket IP menjadi rusak dan link yang overload yang mengakibatkan router membuang packet dan lain-lain.

Didalam sistem IPTV, packet loss dapat diminimalkan menggunakan design sistem yang praktis (seperti membangun bandwidth yang lebih besar) dan mengontrol trafik, menjaga agar link tidak overload.


Packet Jitter


Packet jitter terjadi ketika paket yang membentuk data stream tidak datang secara teratur. Contoh : Sebuah aplikasi berusaha mengirim 100 paket setiap detik didalam stream yang lancar (smooth), berarti aplikasi tersebut mengirimkan satu paket setiap 10 milisecond. Jika paket-paket ini melintasi network yang bebas jitter, paket-paket akan datang dalam waktu yang sama, yaitu satu paket setiap 10 milisecond. Ketika pola ini terganggu, paket mulai datang terlalu cepat atau terlalu lambat. Maka terjadi jitter. Penyebab jitter adalah adanya gap antara paket-paket yang terlalu panjang atau terlalu pendek, misal antara 9 milisecond dan 11 milisecond.

Pada data normal, seperti e-mail atau web page, jitter tidak menjadi persoalan karena informasi tidak berbasiskan waktu.

Pada aplikasi video streaming, jitter akam berakibat pada data video uncompress dan compress. Hal ini disebabkan informasi clock dibawa dalam sinyal terkompresi. Clock ini merupakan dasar pengoperasian MPEG dan jenis-jenis decoder. Ketika clock terganggu, akan berdampak pada perbedaan signal video.

Sebagai contoh, jitter yang berlebihan dapat menyebabkan buffer penerima overflow(kelebihan) atau kehabisan data. Dalam kasus lain, gambar video dapat terganggu , tiba-tiba 'freezing' ketika data habis atau kehilangan informasi gambar ketika buffer overflow.

Ada dua cara utama untuk mengatasi jitter dalam jaringan IP, yaitu dengan cara mencegah atau menggunakan buffer untuk memperbaiki 'timing' pada penerima.


Referensi


Wes Simpson and Howard Greenfield, IPTV and Internet Video : Expanding the Reach of Television Broadcasting, 2nd edition, Focal Press, Oxford, UK, 2009.

Semoga sharing ini bermanfaat

Senin, 29 Desember 2014

Faktor yang mempengaruhi kualitas Video (bagian 1)

Faktor yang mempengaruhi kualitas Video (bagian 1)



Pada saat kita menonton video melalui internet atau kita menonton IPTV , kadang-kadang kita mendapatkan kualitas video yang kurang menyenangkan, seperti misalnya gerakan bibir dan suara tidak sepadan, gambar tiba-tiba membeku (freeze) atau terlihat kotak-kotak.

Kualitas video, menurut buku dari Wes Simpson and Howard Greenfield yang berjudul "IPTV and Internet Video : Expanding the Reach of Television Broadcasting", dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut :


  • Audio/Video Synchronization
  • Source Image Quality
  • Macroblocking
  • Sound Quality
  • Resolution
  • Internet Protocol Artifacts(bit error, packet loss, packet jitter)
  • Signal Availability


Audio/Video Synchronization


Didalam kehidupan sehari-hari, jika seseorang berbicara maka gerakan bibirnya sepadan dengan kata-kata yang diucapkannya. Jika kita menonton acara televisi/IPTV atau video melalui internet, kadang terjadi gerakan bibir yang tidak sepadan dengan suara yang dikeluarkan. Hal ini akibat dari “Loss of audio/video synchronization” atau dikatakan “lip sync”

Perbedaan “clock” antara transmitter dan receiver pada link video merupakan salah satu penyebab terjadinya “lips sync” ini.

Video dilewatkan melalui jaringan IP yang asynchronous, sehingga sulit untuk memberikan jaminan tidak terjadi “loss of audio/video synchronization. Solusinya adalah menyediakan jaringan dengan bandwidth yang memadai. Jaringan tidak ada botllenect yang dapat mengakibatkan delay atau masalah dalam urutan paket. Walaupun beberapa receiver IP (termasuk STB dan PC) dapat dikonfigurasi untuk buffer packet yang besar sehingga dapat memperbaiki variasi delay dan urutan paket yang salah. Namun, hal ini mengakibatkan efek delay untuk signal yang mengalir melalui perangkat , dan menambah ‘channel change time’ untuk buffer mengisi content baru. Kedua efek ini harus dibatasi semaksimal mungkin.

Source Image Quality


Jika signal ‘source’ mempunyai noise maka dapat mempengaruhi encoder MPEG. Jika ini terjadi, encoder dan decoder bekerja lebih berat.
Untuk meningkatkan kualitas gambar, dapat dilakukan dengan :
  • Service provider bekerjasama dengan content provider, agar content provider menyediakan gambar ‘source’ dengan kualitas yang bagus
  • Video link dengan kualitas tinggi, dengan sedikit kompresi atau tanpa kompresi.
  • Perangkat untuk mengurangi noise (noise reduction) dapat digunakan untuk membersihkan noise signal video


Macroblocking


Ketika images dikompresi menggunakan MPEG atau teknologi kompresi berbasis block yang lain, gambar dipecah kedalam group pixel sebelum dimulai operasi kompresi.

Pada MPEG-2, pixel dikelompokkan kedalam macroblock yang sisinya berukuran 16 pixel . Batas antara macroblocks yang berdekatan pada layar video bisa sangat terlihat oleh mata jika ada perubahan mendadak dalam warna atau kecerahan antara blok yang berdekatan. Hal ini dapat terjadi jika gambar telah dikompresi berlebihan; yaitu, tidak ada cukup bit dalam aliran MPEG yang secara akurat mereproduksi gambar sumber di setiap blok Ketika batas ini muncul, kualitas gambar yang dirasakan untuk penonton turun secara signifikan, dan perlu langkah-langkah diambil untuk mencegah hal ini.

Macroblocking lebih dapat diperhatikan dalam adegan dengan banyak gerak, dengan gradasi warna halus atau adegan di mana tingkat cahaya secara keseluruhan bergerak lebih tinggi atau lebih rendah (yaitu, memudar menjadi hitam), ketika setiap piksel pada layar secara bersamaan mengubah intensitas

Ketika macroblocking mencapai keadaan ekstrim, masing-masing empat Blok image 8 x 8 dalam sebuah macroblock dapat direpresentasikan sebagai satu warna (juga disebut pixelation), yang masih pantas bagi penonton

Untuk menjaga macroblocking, provider video perlu meyakinkan bahwa bit rate video stream cukup tinggi untuk mengatasi gerakan dan level detail pada gambar asli. Sebagai tambahan, beberapa stream MPEG menggunakan error correction untuk menjaga bit error yang disebabkan macroblocking.

Jika durasi kesalahan terjadi lebih lama di jalur antara encoder dan decoder, maka beberapa data yang diperlukan untuk merekonstruksi gambar menjadi hilang atau rusak. Jika hal ini terjadi, decoder tidak sanggup untuk membuat ulang gambar dengan benar, dan untuk blok data kemungkinan rusak. Untuk pemirsa, loss data ini sering tampak sebagai satu atau beberapa macroblock dengan resolusi yang jelek. Problem ini dapat diperbaiki dengan mengeliminasi error didalam jalur data atau dengan menguranginya sehingga error correction menjadi efektif

Sound Quality


Kualitas audio mempunyai dampak yang significant pada penonton. Penonton akan menilai kualitas gambar pada sinyal video lebih tinggi ketika kualitas audio yang ditingkatkan tanpa perubahan apapun pada gambar yang ditampilkan.

Dalam beberapa hal, pengiriman audio lebih rumit dari video. Telinga jauh lebih sulit untuk ditipu daripada mata, bahkan signal pendek audio (kurang dari 10 milidetik) akan terlihat/mrnarik perhatian. Sebaliknya, loss dari frame video 33-milidetik dapat disembunyikan dengan menduplikasi frame sebelumnya sehingga sebagian penonton tidak akan pernah melihat interupsi

Untungnya, sinyal audio terkompresi biasanya membutuhkan bandwidth jauh lebih sedikit daripadasinyal video terkompresi. Hal ini memungkinkan untuk menambahkan koreksi kesalahan ke signal audio tanpa memiliki dampak yang signifikan pada bandwidth keseluruhan

Resolution


Resolusi gambar video mengacu pada jumlah piksel yang ada. Gambar dengan jumlah pixel yang lebih tinggi memiliki resolusi yang lebih tinggi (kecuali gambar telah terdegradasi dalam beberapa cara lain).

Internet Protocol Artifacts


Dijelaskan di bagian dua.

Signal Availability


Availability diukur dengan durasi interupsi signal dibagi panjang total yang dikirim. Contoh : program 100 menit, tidak bisa dilihat dalam waktu enam detik, maka availability signal adalah : 99,9 %.

Untuk kepuasan pelanggan, IPTV dibutuhkan availability yang tinggi. Beberapa sistem dibangun memberikan availability 99,99% untuk setiap pemirsa dan 99,999% untuk core (router, feeder) network.




Referensi


Wes Simpson and Howard Greenfield, IPTV and Internet Video : Expanding the Reach of Television Broadcasting, 2nd edition, Focal Press, Oxford, UK, 2009.

Kamis, 25 Desember 2014

Metode Video Streaming

Metode Video Streaming

Pengiriman content video melalui internet, disebut sebagai streaming video. Streaming video dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti : Corporate training, Sales presentations, Internet radio and video entertainment, Traffic cameras.
Terdapat beberapa motode pengiriman video streaming melalui internet, yaitu
  • Live streaming
  • Download and play
  • Progressive download and play
  • Podcasting



  1. Live streaming
  2. Live Streaming atau dikatakan True Streaming adalah pengiriman copy video stream yang sama secara simultan kepada pemirsa. signal video datang secara real time dan segera ditampilkan ke pemirsa.
    Kelebihan : Low delay; mendukung live content dan tidak perlu storage di perangkat display. Mendukung interaktif dengan server
    Kekurangan : Sulit melalui firewall, sulit melakukan fast-forward dan rewind. Harus tetap terhubung ke jaringan selama streaming berlangsung.

  3. Download and play
  4. file yang berisi data video/audio terkompresi dari server di download kedalam perangkat/harddisk milik user sebelum mulai ditampilkan (play).
    Kelebihan : Mendapat content lebih baik dengan jaringan yang cepat, akan bekerja dengan firewall dan setting standard (karena data video berupa file).
    Kekurangan : Tidak mendukung ‘true interactivity’ dengan server, perlu menunggu semua content selesai dikirim sebelum mulai melihat video. Membutuhkan penyimpanan file.

  5. Progressive download and play
  6. Mirip dengan download and play. Dengan teknik ini, program video dipecah menjadi file-file kecil, masing-masing didownload ke perangkat user selama playback. Contoh : Youtube.
    Kelebihan : Playback mulai lebih cepat. Menghilangkan problem firewall (TCP/IP). File Video di cached pada PC user untuk control and management (fast-forward, rewind, etc.).
    Kekurangan : Tidak semua media player mendukung segmentasi. File Video Dapat disimpan di storage user.

  7. Podcasting
  8. Kelebihan : Menjangkau pengguna mobile. Content dapat dimainkan tanpa terhubung ke jaringan. Tidak membutuhkan PC untuk playback. Kualitas audio bagus. Dapat dikirim otomatis setelah berlanggan
    Kekurangan : Ukuran screen terbatas. Tidak dapat berinteraksi dengan content PC atau web.

Referensi

  • Wes Simpson, Video Over IP IPTV, Internet Video, H.264, P2P, Web TV, and Streaming: A Complete Guide to Understanding the Technology Second Edition, Focal Press, Oxford, UK, 2008.
  • Wes Simpson and Howard Greenfield, IPTV and Internet Video : Expanding the Reach of Television Broadcasting, 2nd edition, Focal Press, Oxford, UK, 2009.

Kamis, 03 April 2014

Streaming TV

Streaming TV


Selain dapat dinikmati melalui layar televisi, saat ini kita dapat juga mengakses acara-acara televisi melalui jaringan internet. Beberapa website yang memberikan streaming televisi adalah :



Kualitas gambar/video, selain tergantung pada server tentu saja tergantung pada kecepatan jaringan internet yang digunakan.
Dari beberapa website tersebut. useetv mempunyai kelebihan diantaranya adalah kita bisa melihat acara televisi yang sudah lewat, atau TVoD. Kita juga dapat mem-pause, backward dan forward acara yang kita lihat.


    Sabtu, 08 Juni 2013

    FAQ IPTV (tanya jawab tentang IPTV)

    1. Pengertian IPTV

    2. Apakah IPTV ?

      Dari definisi ITU : IPTV (Internet Protocol Television) adalah layanan multimedia seperti televisi/video/audio/text/grafik/data yang dikirimkan melalui jaringan managed IP yang menyediakan quality of service and experience, security, interactivity dan realibility.
      Dari definisi tersebut, terdapat kata kunci yang membedakan antara IPTV dengan TV tradisional, yaitu adanya interaksi dua arah. Sedangkan kata kunci ‘dikirimkan melalui jaringan managed IP’, menjadi keunggulan dari IPTV dibanding dengan Video atau TV yang dikirim melalui jaringan internet public

      Apa perbedaan antara IPTV dengan TV Cable ?

      IPTV menyediakan lebih banyak jenis layanan dibanding dengan TV cable. Selain broadcast service seperti yang diberikan oleh TV cable, IPTV juga dapat memberikan On Demand Service, Interactive Service, Portal Service, Hosting Service serta 3rd Party Content Service.

      Apa perbedaan antara IPTV dengan TV Tradisional ?

      IPTV mempunyai lebih banyak pilihan layanan dan bersifat interaktif. Sedangkan TV Tradisional atau sering disebut sebagai TV broadcast tidak bersifat interaktif.

      Apa perbedaan antara IPTV dengan streaming Video seperti You Tube ?

      Bandwidth IPTV dimanage sampai dengan server content. Trafik IPTV dilewatkan melalui jaringan IP private, sedangkan trafik streaming video seperti you tube dilewatkan melalui jaringan IP public.

      Layanan IPTV dapat mempunyai sifat multiscreen. Apa maksudnya ?

      Multiscreen disini mempunyai arti dapat ditampilkan melalui beragam perangkat, yaitu :
      • Pesawat Televisi (melalui Set Top Box)
      • Komputer atau sejenisnya (notebook, laptop, dll)
      • Mobile Terminal atau berbagai gadget.
      Layanan multiscreen ini, ketersediaannya tergantung pada operator IPTV .

    3. Arsitektur, Head End dan Middleware

    4. Bagaimana infrastruktur Network IPTV ?

      Infrastruktur Network IPTV dapat digambarkan sebagai berikut :

      Sumber : ZTE University

      Content Live TV, dapat berasal dari Local Content maupun dari Satelit, yang kemudian di perangkat Head End akan di-encode dan dikirim ke Middleware. Middleware akan mengatur berdasarkan database untuk mengirimkan ke end user melalui IP Network yang di-manage.
      Content VoD dan content yang dikirim menggunakan trafik unicast disimpan dalam server content yang berada didalam Network CDN (Content Distribution Network)

      Apakah Fungsi Head End ?

      Didalam gambar infrastruktur diatas, Head End dibagai menjadi tiga bagian yaitu : Head End, Middleware dan CA/DRM. Head-end, terdiri dari IRD (integrated receiver decoder) yang berfungsi sebagai penerima kanal televisi melalui satelit, dan encoder yang berfungsi mengubah format video ke format baku MPEG-4/H.264 untuk dilewatkan ke jaringan IP.

      Apakah fungsi Middleware ?

      Middleware merupakan komponen pengendali utama layanan IPTV. Middleware terintegrasi dengan VoD Server, content management/delivery system (CMS/CDS), end-user terminal, CA/DRM dan NMS. Sistem pada middleware mendukung open architecture dan mempunyai open standard interface, untuk berkomunikasi dengan 3rd party application, dan mendukung pengembangan layanan baru dengan cepat.

      Bagaimana jariman keamanan data yang dikirim melalui jalur IPTV ?

      Sebagai kelebihannya, IPTV tidak hanya mengirimkan service video tetapi juga audio dan data, DRM dapat menjaga adanya pelanggaran dari user yang tidak berhak.

    5. Layanan IPTV

    6. Apa saja layanan IPTV (IPTV service) ?

      Salah satu hasil dari FG ITU membagi service IPTV menjadi :
      • Broadcast Service (contoh : Broadcast TV, PPV, DVR)
      • On Demand Service (contoh : Video on Demand, Music on Demand)
      • Interactive Service (contoh : T-information, T-Commerce)
      • Portal Service (contoh : Data Portal)
      • Hosting Service (contoh : Business to business IP Hosting)
      • 3rd Party Content Service

      Apa yang dimaksud dengan Live TV ?

      Live TV mirip dengan layanan TV tradisional. User IPTV dapat melakukan navigasi kanal-kanal TV melalui EPG yang selalu up to date. Kanal TV yang dapat diakses oleh user tergantung pada paket yang disediakan oleh Operator IPTV sesuai dengan pilihan pelanggan.
      Live TV berbasis IPTV mempunyai kelebihan dibanding dengan TV tradisional. Kualitas gambar dapat didelivery dalam format HDTV maupun SDTV. (ketersediaannya tergantung kepada Penyedia Layanan IPTV). Kelebihan yang lain adalah adanya parental control.

      Apakah Live TV sama dengan Broadcast TV ?

      Live TV dapat diidentikkan dengan Broadcast TV. Didalam layanan IPTV, kedua istilah tersebut mempunyai maksud yang sama. Live TV dikirim secara multicast keseluruh group/ user yang berlangganan channel yang bersangkutan

      Apa yang dimaksud dengan Layanan Unicast dan Multicast ?

      IPTV multicast memungkinkan content provider mengirimkan content TV ke beberapa pelanggan pada waktu yang bersamaan. Walaupun pada prakteknya, content provider TV, seperti TV channel (kanal-kanal TV seperti RCTI, SCTV) tidak mem-broadcast secara langsung ke pelanggan tetapi mengirimkannya ke ISP, kemudian ISP (penyedia layanan IPTV) mengirimkannya ke pelanggan melalui infrastruktur networknya.
      IPTV unicast mengirimkan content TV ke user tertentu. Contoh service unicast adalah Video on Demand, yang memungkinkan user meminta acara / film khusus yang disediakan oleh operator IPTV.

      Layanan IPTV apa saja yang pada umumnya dikirim secara multicast ?

      Live TV, NVoD (Near Video on Demand)

      Apa yang dimaksud layanan NVoD ?

      Layanan NVOD (Near VOD) serupa dengan layanan VOD, namun terbatas untuk film pilihan. Dalam layanan ini, film akan disiarkan pada kanal tertentu, kemudian film ini akan diulang secara berkelanjutan selama waktu yang telah ditentukan (misalnya dalam 24 jam). Customer hanya perlu menyalakan kanal dimana film ditayangkan. Layanan ini didistribusikan dengan metode multicast di jaringan private.

      Apa yang dimaksud dengan VoD ?

      Video on Demand adalah salah satu kunci layanan IPTV. Dengan layanan ini pelanggan dapat memilih konten yang berada di Network . Content video biasanya dibedakan dalam beberapa kategori. Layanan ini juga dilengkapi dengan parental control.

      Apa yang dimaksud dengan TSTV

      Time Shift Televisión, merupakan kombinasi dari Live TV dan layanan on-demand, yang membuat layanan Live TV menjadi lebih atraktif. Dengan menggunakan fungsi time-shift, user dapat melakukan trik-trik seperti pause dan fase rewind dan dengan demikian user tidak akan melewatkan acara favoritnya. Pada Layanan TSTV, user dapat me-rewind acara yang ada selama setengah jam atau satu jam tergantung pada layanan yang disediakan oleh operador IPTV.

      Apa yang dimaksud dengan TVoD

      TV on Demand (TVOD) adalah feature untuk menampilkan rekaman TV pilihan. Dalam penggunaannya TVOD mirip dengan VOD, namun content yang dimainkan adalah program-program TV pilihan yang dianggap menarik. Rekaman content TV ini dilakukan di network, bukan di perangkat customer.

      Apa yang dimaksud dengan PVR

      PVR ádalah layanan yang digunakan oleh user untuk merekam content yang mereka pilih sendiri. User dapat melihat kembali content tersebut kapan saja . Personal Video Recording (PVR) dapat dibagi menjadi LPVR (Local Personal Video Recording) dan NPVR (Network Personal Video Recording) Dengan LPVR, user merekam content didalam Local Disk yang ada di Set Top Box. Dengan NPVR, user merekam content didalam Network. Operator IPTV mengalokasinya space untuk penyimpanannya.

      Apa yang dimaksud Music on Demand (MoD)

      MoD memungkinkan user untuk memilih content-content music sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan daftar yang ada.

      Apa yang dimaksud dengan HDTV dan apa yang dimaksud dengan SDTV ?

      Istilah HDTV (High Definition Television) dan SDTV (Standard Definition Television) berkaitan dengan besarnya resolusi video. HDTV mempunyai resolusi yang lebih tinggi dibanding dengan SDTV sehingga kualitas gambarnya menjadi lebih baik. Standard Resolusi SDTV adalah 480(i/p) , sedangkan standard resolusi untuk HDTV adalah satu dari 720p, 1080i dan 1080p.

      Apa yang dimaksud dengan interactive service dan apa saja contohnya ?

      Interactive service memungkinkan end user untuk mengirimkan berbagai type request dan menerima feedback secara interaktif. Beberapa layanan interaktif diantaranya ádalah :
      • commercial service, seperti : personal banking, transfer uang, ticketing.
      • Learning Service
      • Web portal
      • Interactive advertising

      Apa maksud istilah EPG ?

      Electronic Program Guide adalah on-screen guide untuk penjadwalan program service, content dan tambahan informasi, yang memungkinkan pemirsa IPTV untuk melakukan navigasi, memilih dan menemukan content berdasarkan waktu, title, channel, genre dan lain-lain. EPG disebut juga Enhanced EPG, IPG (Interactive Program Guide), IMG (Internet Media Guide) atau BCG (Broadband Content Guide). EPG dapat ditampilkan dalam beberapa type seperti Mosaic EPG, Text EPG, Tree EPG, Mini EPG, Box EPG tergantung pada model bisnis service provider.

    Referensi
    • ADAMANTIUM, D2.3: Definition and Specifications of IPTV and VoIP Services
    • IPTV Training Manual, ZTE Corporation
    • IPTV Training Presentation Slides, ZTE Corporation
    • Classifications of IPTV service and its meaning , ITU FG IPTV-ID-0026, 1st FG IPTV meeting: Geneva, 10-14 July 2006