Tampilkan postingan dengan label Setting mikrotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Setting mikrotik. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2016

Mengganti SSID pada interface wifi di Mikrotik

Pada Mikrotik  RB951Ui-2HnD.SSID, secara default, sudah terdapat setting untuk nama SSID wifi dan tanpa password.

Mengganti nama SSID


Untuk mengganti nama SSID dan mmberikan password pada wifi, langkah-langkah yang dilakukan adalah :
Dari menu : Pilih Wireless, kemudian klik pada wlan1 :


Selanjutnya :
  • Pilih tab wireless
  • Pada SSID : ganti dengan nama yang diinginkan, contoh disisni MikroTik Ambar
  • Security profile (bisa dipilih, jika belum ada, dibuat terlebih dahulu... lihat dibawah untuk membuat security profile)
  • Klik Apply
  • Klik OK

Membuat Security Profile

Pada Menu Wireless, pilih security profile :

  • Name : profile1 (nama ini bisa diubah, pada contoh ini tidak diganti)
  • Authentication type : diberikan contoh WPA PSK dan WPA2 PSK, bisa juga salah satu.
  • Inputkan password sesuai keinginan pada field WPA Pre Shared Key dan WPA2 Pre Shared Key.
  • Klik Apply
  • Klik Ok
Untuk menggunakan profile yang sudah dibuat, kita kembali ke wireless, pilih wlan1

Input Password Wireless

Password wireless yang sudah dibuat pada security profile bisa dipilih pada menu wlan1, pada security profile : pilih profile1 (atau sesuai yang sudah dibuat), kemudian klik apply dan klik Ok.



Cek Koneksi Wireless

Pertama : Cek koneksi wifi melalui laptop - berhasil



Kedua : Cek wifi yang terkoneksi ke mirotik, menggunakan menu : DHCP Server - Leases, dan cocokkan IP Address serta MAC Addressnya.



Semoga sharing ini bermanfaat


Rabu, 13 April 2016

Membatasi Bandwidth di LAN / Bandwidth Management menggunakan Mikrotik Router

Sebenarnya, jika kita search di internet, tidak sedikit artikel sejenis ini. Namun, tidak ada salahnya, saya mendokumentasikan pengalaman sendiri ketika  mengkonfigurasi mikrotik tentang pembatasan bandwidth.



Yang saya gunakan untuk akses internet adalah indihome paket 10 Mbps dengan ONT disetting sebagai bridge agar semua client berada dibawah router mikrotik dan mikrotik RB951Ui-2HnD sebagai PPPoE router.

Sebelum saya lakukan pembatasan bandwidth, saya lakukan cek speed test dan  mendapatkan hasil : download : 8,39 Mbps dan Upload : 7,85 Mbps




Cara setting pembatasan bandwidth : dari menu, pilih : Queues , kemudian pada general.


Kemudian isikan :
  • Name : nama antrian, disini dicontohkan : antrian1
  • Target : Isikan IP Address yang akan dibatasi. Contoh disini, IP Komputer yang dibatasi adalah : 192,168.10.5.
  • Max Limit : Dalam contoh ini diset 512 Kbps untuk upload dan 1 Mbps untuk download
  • Burst Limit : Data rate download / upload maksimum yang dapat dicapai ketika terjadi burst. Dalam contoh ini diset 768 Kbps untuk upload dan 3 Mbps untuk download.
    Burst adalah fitur yang memungkinkan mendapatkan  tambahan  bandwidth lebih besar dari max-limit untuk jangka waktu tertentu.
  • Burst Threshold : Nilai dari burst on/off switch . Dalam contoh ini diset 256 Kbps untuk upload dan 2 Mbps untuk download
  • Burst time : (TIME) : Periode waktu dalam detik. Dalam contoh ini diset 10

  • Kemudian klik 'Apply' dan 'OK'. Akan mendapatkan tampilan seperti berikut


Setelah selesai, coba speed test kembali :


Hasil yang diperoleh : 3 Mbps untuk Download dan 0,56 Mbps untuk upload.


Referensi
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Queues_-_Burst

Rabu, 23 Maret 2016

Dial PPPoE Mikrotik untuk IndiHome melalui F660 gagal ....

Ketika kita mensetting suatu perangkat, bisa langsung berhasil atau tidak. Ketidak berhasilan ini, bisa disebabkan oleh kesalahan setting perangkat yang sedang kita setting atau kemungkinan yang lain, misalnya di perangkat yang terhubung ke perangkat kita.



Sharing kali ini, saya ingin menyampaikan salah satu masalah yang menyebabkan kegagalan dial PPPoE Client internet indihome dari router mikrotik dan bagaimana cara menyelesaikannya.... Semoga Bermanfaat ....

Suatu ketika, seorang teman tidak berhasil melakukan setting PPPoE Client dari RouterBoard Mikrotik. Dia menggunakan Mikrotik RB951Ui-2HnD yang dikoneksikan ke ONT ZTE F660 Hardware version : V3.0 dan Software version : V2.30.20P8T8S.

Kejadiannya adalah sebagai berikut :
  • ONT ZTE F660 sudah disetting sebagai bridge untuk koneksi melalui LAN 3
  • Dial PPPoE sudah dicoba menggunakan Laptop dan berhasil, mendapat IP Address DHCP BRAS, DNS dan bisa browsing dengan baik
  • LAN1 Mikrotik dikoneksikan ke LAN 3 F660.
  • Konfigurasi PPPoE di Mikrotik sudah dilakukan dengan benar
Koneksi PPPoE belum berhasil, dan ketika dicek pada menu IP Address, interface ether1-gateway mendapat ip address 192.168.1.3 dan IP DNS Dynamic 192.168.1.1 .

Kemungkinannya adalah IP Address 192.168.1.3 dan 192.168.1.1 berasal dari ONT ZTE F660 yang berfungsi sebagai DHCP Server.

Coba-coba untuk mencek ONT dan melakukan disable DHCP di LAN 3 dengan cara sebagai berikut :
  • Login ke ONT
  • Klik : Network - LAN - DHCP Port Service
  • Berikan tanda centang pada LAN 3. Dengan memberi tanda ini berarti DHCP di LAN 3 menjadi tidak aktif.
  • submit


Pada LAN - DHCP Mode untuk LAN 3, tetap local seperti default yang ada.

Setelah dilakukan ini, ternyata ... koneksi berhasil ...


Artikel terkait :
Setting PPPoE dari Mikrotik untuk Internet Speedy / IndiHome

Sabtu, 20 Februari 2016

Setting PPPoE dari Mikrotik untuk Internet Speedy / IndiHome

Setting yang saya lakukan untuk tutorial ini menggunakan RB951Ui-2HnD yang terkoneksi ke Layanan IndiHome melalui ONT ZTE F660. Disamping itu, saya juga mencoba menggunakan Home Gateway ADSL2+ (Modem Speedy).

ONT atau Home Gateway disetting sebagai bridge.


Koneksikan Mikrotik Router di LAN1 dengan ONT F660 di port LAN yang sudah disetting sebagai Bridge. Atau jika menggunakan ADSL2+, setting Home Gateway ini sebagai bridge dan tentukan port LAN yang akan digunakan untuk internet.



Berikutnya adalah, kita koneksikan mikrotik dengan laptop dan untuk mensetting PPPoE di Mikrotik, kita lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Menambah Interface : PPPoE Client
  • NAT (Network Address Translation)
  • DNS (Domain Name System)
  • Routes
  • Cek Koneksi

Setting Interface PPPoE Client

Dari menu mikrotik, pilih PPP, kemudian klik tanda + , dan pilih PPPoE Client.


Pada sub menu PPPoE client, Pilih General :
  • Name : pppoe-out1 , nama interface ini bisa diubah, dalam contoh ini diubah menjadi pppoe-ambar
  • Interface : pilih ether-1 gateway
  • klik apply


kemudian, pilih : Dial Out
  • Isikan username dan password internet indihome
  • use peer DNS, bisa diberi tanda centang, bisa tidak.
  • klik apply
  • klik OK.



Setting NAT


Untuk men-setting NAT, dari menu : pilih IP - Firewall, kemudian klik NAT, akan tampil menu seperti dibawah :

  • Pada General : Chain : srcnat
    Type NAT : Source NAT atau srcnat dijalankan pada packet yang berasal dari network yang di NAT. Router NAT mengganti IP Address Private dari source dengan IP Address public untuk packet yang melewati router menuju public network, dan sebaliknya.
  • Out Interface : Pilih interface yang baru saja dibuat di PPPoE client. Pada contoh ini : pppoe-ambar.
Kemudian klik apply .


Selanjutnya : pilih action,
  • pilih : masquerade.
    masquerade : mangganti source IP address pada packet IP dengan IP yang ditentukan oleh fasilitas routing.
  • kemudian apply dan OK.






Setting DNS


Setting DNS, dilakukan dari : IP - DNS , inputkan IP Address DNS. Pada contoh ini menggunakan DNS Google 8.8.8.8, apply dan OK.



IP Routes

Pada IP routes ini, kita cek routenya, apakah sudah ter-update.
Disini terdapat ke arah LAN dan kearah WAN, serta default route.


Test : Ping


Untuk melakukan test ping dari mikrotik menuju website : dari menu, pilih New Terminal.



Jika test ping ini sudah berhasil, maka settingan kita sudah berhasil. Jika belum, kita harus cek kembali barangkali ada kesalahan setting. Untuk men-cek keberhasilan konfigurasi, diantaranya adalah :
  • Cek, apakah sudah mendapatkan IP Address Public dari BRAS.
    Lihat di : Interface PPPoE - Status.
  • Jika belum mendapatkan IP Address, cek kembali : username dan password, apakah sudah benar ?
  • Jika sudah mendapatkan IP Address, coba lakukan ping ke IP Address gateway.
  • Jika belum berhasil ping ke IP Address Gateway, cek out interface pada Firewall - NAT, apakah sudah benar ?
  • Jika sudah berhasil ping ke IP Address Gateway, cek DNS
  • Jika sudah berhasil ping ke ke alamat web melalui Mikrotik, tetapi belum berhasil browsing dari laptop, maka cek koneksi antara laptop dengan Mikrotik. Salah satunya, pastikan interface ke arah LAN berupa bridge-local. Ini merupakan default konfigurasi dari mikrotik. Dan pastikan kembali bahwa : out interface pada NAT sudah benar.

Referensi :
http://wiki.mikrotik.com/wiki/

Memulai Login Mikrotik

Ada beberapa cara untuk mensetting Router Mikrotik, diantaranya : :
  • Menggunakan aplikasi winbox
  • Menggunakan web browser (webfig)
  • Telnet

Login Mikrotik Menggunakan Winbox

Untuk mendapatkan aplikasi winbox.exe, dari www.miktotik.com, download winbox (pada tampilaan ini : winbox version 3)dan simpan didalam laptop


Koneksikan Router Mikrotik, disini saya menggunakan RB951Ui-2HnD, melalui LAN (bukan ke LAN1 karena ini digunakan kearah WAN) atau wifi. Untuk defaultnya, router ini memberikan IP Address DHCP kepada laptop jika kita koneksikan ke LAN atau wifi



Cek IP Address Laptop



Jalankan aplikasi winbox.exe


Klik Neighbors, kemudian klik refresh sampai muncul informasi MAC Address dan IP Address Mikrotik.

Disini ada dua pilihan untuk login ke mikrotik. Pertama : menggunakan IP Address dan kedua : menggunakan MAC Address.

Login Menggunakan IP Address

Untuk login menggunakan IP Address, tentu saja laptop harus terkoneksi dan mempunyai IP Addres yang satu network dengan mikrotik.

Klik pada IP address mikrotik, sampai terlihat di menu connect to : 192.168.88.1 (IP Address mikrotik). Kemudian klik connect. Default router ini, mempunyai login : admin dan tanpa password.



Login Menggunakan MAC Address

Untuk login menggunakan MAC Address, cukup terdeteksi MAC Address mikrotik yang akan diakses.

Klik pada MAC address mikrotik, sampai terlihat di menu connect to :  (MAC Address Mikrotik). Kemudian klik connect. Default router ini, mempunyai login : admin dan tanpa password.


Jika tidak bisa login menggunakan MAC Address, coba cek apakah terdapat aplikasi virtual didalam network connection. Jika ada, buat menjadi 'disable'.


Tampilan berhasil login.... selanjutnya bisa setting.


Login Mikrotik Menggunakan Web Browser

Buka web browser, kemudian ketikkan IP Address mikrotik


Login Mikrotik Menggunakan Telnet


Sekian artikel ini, semoga bermanfaat.